4 Aktivis Mahasiswa Unmul yang Diduga dijebak Kini Resmi Dapat Penangguhan

banner 120x600
banner 468x60

4 Aktivis Mahasiswa Unmul Dapat Penangguhan

Samarinda, Harianetam.id Kasus bom molotov di Samarinda terus memasuki babak baru. Empat mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang sempat ditetapkan sebagai tersangka kini semakin jelas posisinya. Dari hasil penyidikan terbaru, muncul dugaan kuat bahwa mereka hanyalah korban jebakan dari dua orang non-mahasiswa.

Kedua orang tersebut sudah berhasil ditangkap polisi dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Dari keterangan yang ada, merekalah yang berperan besar dalam merencanakan aksi ini, mengarahkan mahasiswa, serta menyusun skema yang menjerumuskan. Posisi empat mahasiswa disebut hanya sebagai pihak yang terjebak, tanpa memahami penuh konsekuensi dari tindakan itu.

Namun, pekerjaan aparat kepolisian belum selesai. Hingga kini, masih ada tiga tersangka lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Salah satunya diyakini sebagai pendana sekaligus penyedia bahan baku utama untuk pembuatan bom molotov. Ketiga orang ini dianggap punya peran vital dalam melengkapi jaringan perencanaan yang lebih luas.

Narasi “jebakan” yang sejak awal digaungkan rekan-rekan kampus kini menemukan pijakan. Solidaritas mahasiswa pun semakin menguat, mendesak agar penyidikan dilakukan transparan, adil, dan tidak mengorbankan pihak yang sebenarnya tidak punya peran utama.

Rektor Universitas Mulawarman juga menunjukkan keberpihakan dengan mengajukan surat penangguhan kepada pihak kepolisian, yang akhirnya disetujui. Hasilnya, empat mahasiswa tersebut kini mendapatkan penangguhan, meski status hukum mereka masih menunggu proses lebih lanjut.

Namun, rangkaian kasus ini belum tuntas. Polisi menegaskan masih ada tiga orang lain yang berstatus DPO. Ketiganya diduga bukan sekadar pelaku lapangan, melainkan otak di balik perencanaan sekaligus penyandang dana utama aksi bom molotov. Salah satu dari tiga DPO itu bahkan disebut berasal dari luar Kalimantan dan berinisial X,Y dan Z. Perannya diduga sangat penting, karena selain menyediakan pendanaan, ia juga menjadi penghubung dalam penyediaan bahan baku untuk pembuatan bom.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kasus bom molotov bukan sekadar soal aksi kriminal, tapi juga menyangkut keadilan bagi mahasiswa yang terjebak dalam skema yang lebih besar. Pertanyaan besar kini adalah: siapa sebenarnya aktor intelektual di balik jaringan ini, dan kapan tiga DPO termasuk pendana utama bisa segera ditangkap untuk membuka semua fakta di balik layar?

Baca berita investigatif, edukatif, inspiratif, dan informatif lainnya hanya di Harianetam.id

Penulis 

Zul Fadly Amir

 

 

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *