Dinkes Samarinda Optimalisasi Program CKG Melalui Sosialisasi dan Penyuluhan 

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Saat dimintai Keterangan Terkait Program Cek Kesehatan Gratis di Kota Samarinda. Sumber: (Harianetam.id/AS)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, Harianetam.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang berjalan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus dimanfaatkan oleh masyarakat, tak terkecuali di Kota Samarinda.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Samarinda, dr. Ismid Kusasih, mengatakan pihaknya akan terus mengoptimalisasi berjalannya program tersebut melalui sosialisasi serta penyuluhan.

“Pertama, yang perlu di ketahui bahwa CKG ini kan program baru dari pusat, langsung dari Bapak Presiden. Jadi dalam pelaksanaannya, yang paling utama itu adalah mensosialisasikan ini sama seperti Kabupaten/Kota lainnya. Kita harus terus mengoptimalisasikan penyuluhan CKG,” tuturnya pada Kamis, (16/10/2025).

Untuk diketahui, program ini mencakup berbagai jenis pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, deteksi risiko penyakit jantung, pemeriksaan status gizi, anemia, hingga konseling kesehatan reproduksi dan jiwa untuk remaja secara gratis di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Klasifikasi CKG dibedakan berdasarkan kelompok sasaran, yakni Umum (bayi, balita, dewasa, lansia), Sekolah (anak usia 7-17 tahun), dan Khusus (ibu hamil, bayi, dan anak usia 1-6 tahun). Masing-masing jenis mencakup jenis pemeriksaan kesehatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan usia.

Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi SatuSehat, WhatsApp Kemenkes, atau secara langsung di puskesmas terdekat.

Lebih lanjut, terkait target yang telah tercapai, ia mengatakan sejauh ini sudah baik, mengingat telah banyak penerima manfaat yang ikut serta dalam program tersebut.

“Kalau masalah capaian, sebenarnya sekarang sudah baik. Karena sekarang kalau di Samarinda, itu data terakhir sudah hampir 20.000-an yang memanfaatkan CKG,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya melakukan langkah pasif di puskesmas, namun juga langkah proaktif melalui kegiatan-kegiatan seperti event, pameran, dan melalui sekolah-sekolah.

“Pada bulan Agustus-September, kita juga mengoptimalisasi CKG pada anak sekolah. Itu lumayan meningkatkan cakupan kita. Nanti jika misalkan anak sekolah datanya terinput, CKG kita sangat signifikan naiknya. Nanti bulan depan ada pameran kesehatan di Kota Samarinda, kita di pameran itu juga akan melaksanakan CKG,” terangnya.

Terkait kendala, dalam proses pelaksanaan tidak terdapat gangguan yang berarti. Hanya pada saat penggunaan aplikasi, sehingga administrasi ada yang belum terinput dalam sistem.

“Kemarin itu ada masalah di administrasi, karena CKG semua masuk di Aplikasi SatuSehat. Ketika kita menginput, ada sedikit gangguan dari pusat. Terutama di sekolah yang sudah melaksanakan CKG, tapi belum terinput atau terdata di Aplikasi SatuSehat. Jika sudah masuk, angkanya akan signifikan naik,” tambahnya.

Pihaknya sangat optimis, kedepannya penerima manfaat dalam program tersebut akan terus meningkat melalui sosialisasi proaktif yang akan terus dilakukan.

“Saya yakin, sangat optimis dengan peningkatan CKG di sekolah. Apalagi kita beberapa kali ini dalam bulan ini kita menjadi lokus-lokus supervisi dari Kementerian Kesehatan atau dari Pusat,” pungkasnya.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *