Pemkot Samarinda Siapkan Rp200 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Segiri

Foto: Suasana Pasar Segiri Samarinda. Sumber: (Harianetam.id/AS)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas fasilitas publik. Setelah renovasi Pasar Pagi memasuki tahap akhir dan ditarget rampung pada November mendatang.

Selanjutnya Pasar Segiri yang akan menjadi fokus revitalisasi menyeluruh. Pasar terbesar di Kalimantan Timur yang dikenal sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan beroperasi selama 24 jam.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa rencana penataan Pasar Segiri sudah lama dikonsep dan kini mulai memasuki tahap final oleh konsultan perencana.

“Pasar Segiri memang menjadi urat nadi ekonomi di Samarinda. Di sana banyak pedagang grosir bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan komoditas lainnya yang juga memasok ke daerah-daerah sekitar,” terangnya.

Pemkot Samarinda merancang konsep pembangunan pasar dengan dua lantai. Hal ini dengan pertimbangan agar aktivitas jual beli tetap efisien, mengingat sebagian besar pedagang merupakan pelaku grosir komoditas basah yang membutuhkan akses langsung untuk bongkar muat barang.

“Kita konsep dua lantai saja karena karakter pasar Segiri berbeda dengan Pasar Pagi. Kalau grosir bahan pokok, tidak mungkin di lantai dua,” ungkap Marnabas.

Terkait hal tersebut, Pemkot telah mengajukan anggaran sekitar Rp257 miliar, namun kemungkinan akan disesuaikan menjadi maksimal Rp200 miliar.

“Kemarin diajukan Rp257 miliar, tapi kita maksimal Rp200 miliar lah ya, karena dua tingkat saja. Karena pedagangnya cukup banyak juga, hampir sekitar 2.021 yang existing sekarang ini,” sampainya.

Selain itu, Pemkot juga memastikan proses pendataan pedagang dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi tumpang tindih saat relokasi maupun penataan ulang.

“Data existing pedagang harus benar-benar rapi. Kita buat peta posisi toko dan lapak, agar kalau nanti ada yang protes, semuanya bisa ditunjukkan secara jelas dengan data, bukan asal mengaku,” tandasnya.

Pihaknya sedang mencari lokasi untuk relokasi sementara bagi para pedagang. Salah satu kandidat adalah lahan eks Bandara Temindung. Marnabas menyebut, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar lahan tersebut dapat dipinjamkan untuk menampung pedagang selama proses revitalisasi.

Melalui revitalisasi ini, Pemkot Samarinda berharap Pasar Segiri bisa kembali menjadi ikon perdagangan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman tanpa mengganggu roda perekonomian para pedagang selama proses pembangunan.

“Kami berharap bisa menggunakan lahan eks Bandara Temindung, paling sekitar setahun. Ini yang paling memungkinkan karena karakter dagangannya basah dan butuh area luas,” pungkasnya.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *