Samarinda, harianetam.id – Ratusan pencari kerja memadati gelaran Job Fair Kota Samarinda 2025 yang resmi dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di Atrium Mal Samarinda Central Plaza (SCP), Kamis (30/10/2025).
Acara yang diresmikan oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, juga dihadiri jajaran Komisi IV DPRD Kota Samarinda, perwakilan perusahaan, serta lembaga pelatihan kerja binaan Disnaker.
Saefuddin dalam sambutannya menilai ajang bursa kerja seperti ini menjadi wadah penting bagi peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa semangat untuk bekerja dan berkembang masih besar. Semoga momentum ini menjadi langkah awal membuka peluang kerja yang lebih luas di Samarinda,” ujarnya dilansir dari Kaltimedia.
Ia juga mengingatkan para pencari kerja agar tidak hanya fokus mencari lowongan, tetapi beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja serta menunjukkan komitmen dan etos kerja yang kuat.
Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menyebutkan Job Fair tahun ini diikuti 787 peserta dan menghadirkan 27 perusahaan, termasuk enam lembaga pelatihan kerja binaan Disnaker. Dari total peserta perusahaan tersebut, terdapat 646 lowongan kerja dengan 149 jenis jabatan, meningkat dari rencana awal 125 jabatan.
“Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, seperti perdagangan, jasa, perbankan, pertambangan, pendidikan, dan distribusi. Formasi yang dibuka beragam, mulai dari administrasi, pengemudi, hingga posisi teknis lainnya,” jelas Yuyum.
Ia menambahkan, peluang kerja bagi lulusan SMA masih terbuka luas, terutama di sektor jasa dan distribusi yang memerlukan tenaga kerja dengan kualifikasi menengah.
Yuyum menegaskan bahwa Pemkot Samarinda terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan kerja untuk menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Melalui Job Fair 2025, Pemkot berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha dan tenaga kerja lokal untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Sumber: (Kaltimedia.com)
















