Balikpapan, harianetam.id – Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) melaksanakan Rakernas dan HUT ke-8 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, pada Senin (10/11/2025) berlangsung di Hotel New Bena Kutai, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP Ferari, DR (Yuris). DR (MP). H. Teguh Samudera, SH., MH., Sekretaris Jenderal Ferari, Kores Tambunan, SH. MH., Ketua DPD Ferari Kaltim, Paulinus Dugis, SH,. MH., Ketua DPC Ferari Balikpapan, Chairuddin SH, Perwakilan DPP serta DPD dan DPC dari seluruh Indonesia serta perwakilan Masyarakat Adat, Tutus Banjar Asli (TABAS).
Kegiatan ini menjadi momentum kebanggaan sekaligus refleksi bagi para advokat untuk meneladani semangat para pahlawan dalam menegakkan hukum dan keadilan.
Ketua Umum Ferari, DR (Yuris). DR (MP). H. Teguh Samudera, SH., MH., menegaskan bahwa Rakernas tahun ini fokus pada tiga agenda utama yang berkaitan dengan perlindungan hukum dan pembangunan nasional.
Teguh Samudera menjelaskan, Ferari berkomitmen untuk menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dan lembaga tinggi negara terkait tiga hal strategis.
“Kami ingin memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan lembaga-lembaga tinggi negara tentang bagaimana perlindungan hukum terhadap hak-hak ulayat dan hak-hak masyarakat adat. Kedua, kami menegaskan agar tidak ada kriminalisasi terhadap profesi advokat. Yang ketiga, kami mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) agar segera dapat berfungsi penuh,” terangnya.
Menindaklanjuti hasil Rakernas, Ferari berencana membentuk tim pengkajian khusus. Tim ini akan menyusun draf rancangan undang-undang tentang perlindungan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari implementasi rekomendasi Rakernas 2025.
Menurut Teguh, langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi Ferari dalam memperkuat sistem hukum nasional yang berkeadilan.
“Kami ingin membentuk tim-tim pengkajian untuk menyusun rancangan undang-undang perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat,” tambahnya.
Teguh juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, terutama yang berasal dari Kalimantan Timur. Ia menilai semangat tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang telah menjadi warisan bangsa.
“Kami bersyukur bahwa antusias peserta luar biasa, khususnya dari Kalimantan Timur. Mereka ingin memperjuangkan hak-hak nenek moyangnya agar tetap terjamin sebagaimana diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Tinggal implementasinya yang harus terus kita perjuangkan,” ungkapnya.
Rakernas 2025 Ferari, diharapkan menjadi wadah penting dalam memperkuat posisi advokat sebagai penegak hukum sekaligus pengawal nilai keadilan sosial di Indonesia, sejalan dengan upaya menjaga hak-hak masyarakat adat dan mendukung percepatan pembangunan nasional melalui IKN.

Selanjutnya, Ketua DPD Ferari Kaltim, Paulinus Dugis, SH,. MH., menyampaikan rasa syukur atas perayaan tersebut. Ia menilai, momen ini penuh makna karena bertepatan dengan Hari Pahlawan, yang menjadi pengingat pentingnya dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan profesi advokat.
“Kami bersyukur karena hari ulang tahun Ferari jatuh pada 10 November, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Sebagai DPD Ferari Kaltim, kami tentu bangga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan dari pimpinan Ferari pusat yang menunjuk DPC Balikpapan sebagai tuan rumah perayaan. Menurutnya, kesempatan ini menjadi wadah refleksi tentang nilai-nilai perjuangan dalam profesi advokat.
“Profesi advokat adalah profesi yang sangat mulia, yang tujuannya membantu masyarakat, terutama kaum lemah dan miskin. Kami harus menegakkan hukum dan keadilan tanpa memandang kemampuan ekonomi klien,” tambahnya.
Momentum Hari Pahlawan, lanjutnya, juga mengingatkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga dalam bidang kemanusiaan dan hukum.
“Banyak pahlawan hukum yang telah mendahului kita. Mereka menjadi teladan dan barometer dalam menjalankan profesi. Dari mereka, kita belajar arti perjuangan dalam menegakkan keadilan,” katanya.
Ia menegaskan, bahwa semangat para pejuang menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Ferari untuk terus bekerja profesional, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran hukum.
Lebih lanjut, Ketua DPC Ferari Balikpapan, Chairuddin SH, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan DPP Ferari kepada pihaknya.
Ia menegaskan, meskipun sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah, kami berhasil menyukseskan niat baik Ketua Umum DPP Ferari untuk melaksanakan Rakernas dan HUT ke-8. Ini baru pertama kali DPC diberi kepercayaan DPP untuk mengadakan Rakernas, dan kami mampu menyelesaikannya dengan baik,” ungkap Chairuddin.
Sementara itu, Bendahara DPC Ferari Balikpapan yang juga menjadi Bendahara Panitia HUT dan Rakernas, Daniel Richardo Sitinjak SH, menambahkan bahwa penunjukan Balikpapan sebagai tuan rumah memiliki makna strategis.
“Kenapa DPP memilih Balikpapan, khususnya Kalimantan Timur, mungkin karena daerah ini sekarang menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN). Kami ingin memperkenalkan rekan-rekan advokat Ferari dari seluruh Indonesia bahwa inilah Kaltim sebagai pusat pemerintahan baru,” ujar Daniel.
Kegiatan Rakernas dan HUT Ferari ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momen memperkuat solidaritas antaradvokat di seluruh Indonesia.
Selain evaluasi program kerja, kegiatan ini juga membahas langkah-langkah peningkatan kompetensi advokat serta akses layanan hukum bagi masyarakat.











