Samarinda, harianetam.id – Pasokan air bersih di kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 58 dan SMA Negeri 16 Samarinda terganggu akibat pipa PDAM pecah hingga empat kali dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat warga dan pihak sekolah kesulitan mendapatkan air bersih.
Direktur Teknik sekaligus Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, menjelaskan bahwa titik gangguan terjadi di jalur pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Ring Road dan Jalan AW Syahranie.
Akibatnya, suplai air menuju wilayah ujung layanan, termasuk SR 58, sempat terhenti total.
“Sekolah ini berada di ujung jaringan distribusi. Jadi setiap gangguan, baik kerusakan pipa maupun mati listrik, langsung berdampak pada aliran air,” kata Kaharuddin, Selasa (19/11/2025).
Ia menyebut, saat kondisi normal pun aliran air baru bisa sampai ke sekolah setelah dua hingga tiga hari. Karena itu, PDAM menyarankan pihak sekolah menambah kapasitas tandon dan memperkuat sistem perpompaan agar stok air tetap tersedia.
“Kami sarankan sekolah menambah tandon dan meningkatkan sistem pompa agar penampungan lebih optimal,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka pendek, PDAM menugaskan sekolah menunjuk penanggung jawab air (PJ) yang bisa langsung menghubungi contact center Tirta Kencana saat terjadi gangguan.
“Jika ada laporan gangguan, kami siap membantu dengan mengirim tangki air mobile,” tambahnya.
Kaharuddin juga mengungkapkan bahwa PDAM telah menyiapkan rencana penguatan layanan air di wilayah ujung jaringan. Salah satunya pembangunan booster pump untuk mempercepat distribusi air ke kawasan sekitar SR 58.
“Rencana pembangunan booster sudah kami ajukan agar pelayanan di kawasan ujung jaringan bisa lebih kuat,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu menyiapkan penampungan air di rumah. Hal itu penting karena kebocoran pipa dan gangguan distribusi dapat terjadi tanpa peringatan.
“Tidak bisa diprediksi kapan pipa bocor. Jadi sebaiknya setiap pelanggan memiliki tandon sebanyak mungkin sebagai cadangan,” tegasnya.










