Guru P3K Pontianak Dicopot dari Jabatan Struktural Usai Video Pribadi Lama Tersebar

Foto: Ilustrasi. Sumber: (pinterest/fr_dnjk)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Kasus tersebarnya video pribadi seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berinisial AF menghebohkan lingkungan pendidikan di Pontianak.

Pihak sekolah tempat AF mengajar akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar di publik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Farid Sapta Diansyah, membenarkan bahwa sekolah menerima laporan terkait video tersebut.

Setelah proses klarifikasi internal, AF mengakui bahwa sosok dalam video itu adalah dirinya. Namun, Farid menegaskan video tersebut bukan rekaman baru.

“Setelah kami cek, benar bahwa AF mengakui video tersebut memang dirinya. Namun itu dibuat lama sebelum ia mengajar di sini, sekitar masa pandemi COVID-19 tahun 2020,” ujar Farid, Selasa (25/11/2025) dikutip faktakalbar.

Sekolah menduga penyebaran kembali video lama itu dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan motif pribadi.

Konten tersebut dianggap sebagai ranah privat yang tidak seharusnya dikonsumsi publik.

Sekolah dan Dinas Lakukan Langkah Tegas

Menindaklanjuti kasus tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Sebagai langkah administratif, AF dicopot dari jabatan struktural dan ditarik dari tugas tambahan sebagai wali kelas.

“Kami sudah menyampaikan klarifikasi lengkap ke dinas dan BKD. Namun sampai kini masih menunggu tindak lanjut resmi. Keputusan akhir tetap menjadi kewenangan dinas, karena AF adalah pegawai penempatan mereka,” jelas Farid.

Meski demikian, AF tetap mengajar karena sekolah tidak memiliki wewenang memberhentikan status P3K secara sepihak.Kinerja Baik, Terguncang Psikologis

Farid menuturkan bahwa AF menunjukkan kinerja baik sepanjang menjadi tenaga pengajar.

Tidak pernah ada laporan mengenai pelanggaran disiplin, kekerasan, maupun keluhan dari siswa.

“Beliau mengajar dengan baik dan profesional. Selama satu tahun ini tidak ada catatan negatif,” ujarnya.

Namun, Farid mengakui kasus ini berdampak besar pada kondisi psikologis AF. Sejak video tersebut tersebar, AF menjadi lebih tertutup dan hanya fokus mengajar sebelum langsung pulang.

Saat ini AF tengah menjalani pendampingan psikiater dan rutin mengajukan izin setiap Jumat untuk pemulihan kesehatan mental.

Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan segera mengambil keputusan agar proses belajar mengajar tetap kondusif.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *