Samarinda, harianetam.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah (Pemda) segera memeriksa kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan menetapkan status siaga darurat jika membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.
Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan alat, personel, serta anggaran sebelum situasi darurat terjadi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan lembaganya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan kesiapan seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya wilayah Pulau Jawa.
“Tidak hanya Jawa Barat dan Jakarta, tapi seluruh gubernur, bupati, dan wali kota diminta segera menggelar apel kesiapsiagaan di daerah masing-masing. Tujuannya untuk mengecek alat, perangkat, personel, dan anggaran,” ujar Abdul saat dihubungi, Kamis (04/12/2025).
Abdul menilai pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan penunjang bencana menjadi faktor krusial. Pemeriksaan ini meliputi kondisi perahu karet, pelampung, serta perlengkapan evakuasi agar tetap layak digunakan saat terjadi bencana.
“Empat hal krusial ketika terjadi kondisi darurat adalah ketersediaan alat, kelayakan perahu karet, pelampung, dan kebutuhan dukungan logistik lainnya,” jelasnya.
Abdul juga menegaskan bahwa penetapan status siaga darurat merupakan langkah administratif penting agar BNPB bisa memberi bantuan lebih cepat.
Ia menjelaskan, daerah yang sudah menetapkan status ini dapat menerima intervensi sebelum bencana besar terjadi.
“Kalau daerah memerlukan dukungan pusat, maka segera tetapkan status siaga darurat. Ini memungkinkan BNPB turun lebih awal membantu kesiapsiagaan,” tambahnya.
BNPB melaporkan sudah menerima beberapa Surat Keputusan (SK) penetapan status siaga darurat dari sejumlah daerah.
Abdul berharap, langkah tersebut bisa meminimalisir dampak bencana, terutama setelah banjir dan longsor melanda beberapa wilayah di Sumatera pekan lalu.
“Kami terus mengimbau agar Pemda segera menetapkan status dan memperkuat koordinasi agar tidak ada lagi kejadian masif seperti di Sumatera,” pungkasnya.













