Pemkot Samarinda Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Aplikasi SOPPA

Foto: Aplikasi SOPPA sebagai upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kota Samarinda. Sumber: (Ary/Dokpim)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM, secara resmi meluncurkan Aplikasi SOPPA (Sistem Online Pengaduan Perempuan dan Anak) dalam kegiatan Sosialisasi dan Launching di Kafe Bagios Samarinda, Senin (15/12/2025).

Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Samarinda untuk memperkuat sistem perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Samarinda.

Data UPTD PPA mencatat sebanyak 264 kasus dengan 303 korban sepanjang Januari-November 2025. Angka ini menunjukkan masih tingginya tingkat kerentanan kelompok rentan tersebut.

“Kasus kekerasan bisa terjadi di ruang domestik maupun publik, menyentuh beragam aspek kehidupan keluarga,” ujar Saefuddin Zuhri.

Ia menambahkan, banyak korban yang memilih diam karena takut, malu, atau bergantung secara ekonomi.

Menurutnya, kondisi ini menegaskan kewajiban negara untuk hadir melalui layanan perlindungan yang responsif, mudah diakses, dan berpihak pada korban.

Aplikasi SOPPA hadir sebagai solusi digital berbasis teknologi informasi. Melalui platform ini, masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan kapan pun dan di mana pun tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.

“SOPPA hadir untuk menghapus jarak, waktu, dan rasa takut korban dalam melapor,” tegasnya.

Saefuddin Zuhri menekankan, SOPPA bukan sekadar aplikasi, tetapi wujud nyata kehadiran negara yang berlandaskan empati dan kemanusiaan.

Setiap laporan diperlakukan sebagai panggilan darurat yang memerlukan respons cepat, serius, dan terpadu.

Sistem ini terintegrasi lintas sektor dengan UPTD PPA, kepolisian, layanan kesehatan, lembaga pendamping, serta perangkat daerah terkait, membentuk ekosistem perlindungan yang komprehensif dari penanganan awal hingga pemulihan korban.

“Melalui SOPPA, Pemkot ingin memastikan tidak ada korban yang merasa sendirian. Semua laporan harus ditangani sampai tuntas,” ujar Wawali.

Ia berharap aplikasi ini menjadi simbol komitmen Samarinda sebagai kota yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, Dr Ibnu Araby, menyambut baik peluncuran SOPPA.

Ia menyebut, mayoritas pelaku kekerasan berasal dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga. Karena itu, sistem ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian masyarakat untuk melapor.

“SOPPA menjamin kerahasiaan data pelapor dan korban. Ini langkah besar untuk membangun kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan yang lebih manusiawi,” jelas Ibnu.

Ia juga berterima kasih kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda atas dukungan pengembangan aplikasi.

SOPPA dapat diakses melalui laman pwa.samagov.id, dengan mekanisme login sederhana menggunakan nomor WhatsApp dan kode OTP sebelum pengguna mengisi formulir pelaporan kekerasan terhadap perempuan atau anak.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *