Samarinda, harianetam.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kaltim masa bakti 2024-2028.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan Pelatihan Cedera Olahraga, Doping, dan Psikologi Olahraga di Aula Pusdiklat Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (27/12).
Pelantikan pengurus PPKORI Kaltim menjadi momentum penting untuk memperkuat peran tenaga kesehatan olahraga dalam menopang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di daerah.
Faisal mengapresiasi langkah PPKORI yang langsung bergerak menggelar pelatihan strategis bagi kemajuan olahraga di Kaltim.
“Penanganan cedera, pencegahan doping, dan pendampingan psikologi olahraga adalah bagian penting dari pembinaan atlet. Atlet yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menghadapi kompetisi serta meraih prestasi,” ujar Faisal.
Menurutnya, dunia olahraga modern menuntut sistem pembinaan yang berbasis ilmu pengetahuan. Pendekatan sport science, analisis data, dan perencanaan strategis menjadi kunci dalam mencetak atlet berdaya saing.
“Kami tidak bisa lagi mengandalkan pola tradisional. Diperlukan tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel. Karena itu, pelatihan ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan olahraga prestasi,” tegasnya.
Faisal menekankan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keolahragaan merupakan pondasi utama dalam melahirkan atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.
“Prestasi bukan sekadar kebanggaan, melainkan indikator kemajuan dan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.
Dispora Kaltim terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PPKORI, demi membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Ia berharap PPKORI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan layanan kesehatan olahraga di Kaltim.
“Kami ingin atlet Kaltim tak hanya berprestasi, tapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan terbebas dari praktik doping,” ujarnya.
Faisal pun mengajak seluruh peserta pelatihan untuk aktif mengikuti materi, berdiskusi, dan berkontribusi dalam merumuskan strategi pengembangan olahraga di Kalimantan Timur.
















