Prevalensi Narkoba di Kaltim Naik 2,11 Persen, BNNP Fokus Perkuat Desa Bersinar

Foto: Ilustrasi peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Timur tahun 2025. Sumber: (harianetam/AI)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Penyalahgunaan narkotika di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren mengkhawatirkan seiring meningkatnya angka prevalensi pengguna pada 2025.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun ini tercatat sebesar 2,11 persen, naik dari 1,7 persen pada 2021.

Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol. Rudi Hartono, menyebut 2025 sebagai periode penuh tantangan dalam upaya mewujudkan Kaltim bersih narkotika.

Kenaikan angka tersebut, kata dia, sejalan dengan meningkatnya pengungkapan jaringan pengedar di berbagai daerah.

“Peningkatan prevalensi ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika semakin meluas, tetapi penegakan hukum juga semakin efektif karena banyak jaringan yang berhasil diungkap,” ujar Rudi, Selasa (30/12/2025).

Rudi menjelaskan, operasi terpadu sepanjang 2025 membantu BNNP memetakan pola peredaran narkotika secara lebih detail.

Jaringan antarprovinsi hingga pengedar lokal kini mulai teridentifikasi, memberi dasar kuat bagi strategi pencegahan di tahun berikutnya.

Untuk menekan angka penyalahgunaan, BNNP Kaltim menerapkan strategi komprehensif.

Setelah fokus pada lima pilar War on Drugs di 2023, pendekatan pada 2024-2025 kini diperluas dengan strategi ikonik dan tematik yang menyesuaikan karakteristik daerah dan kelompok sasaran.

BNNP juga mencatat bahwa kelompok usia produktif hingga 64 tahun menjadi paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Beragam persoalan sosial seperti kegagalan usaha, konflik keluarga, hingga tekanan emosional sering kali menjadi pemicu utama.

Guna memperkuat perlindungan di tingkat masyarakat, BNNP Kaltim telah membentuk tujuh Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

Program ini diharapkan menjadi benteng desa dalam menghadang peredaran barang haram tersebut.

“Kunci keberhasilan perang melawan narkotika ada di masyarakat. Desa Bersinar kami dorong menjadi garda terdepan untuk mencegah masuknya pengaruh bandar ke lingkungan warga,” tegas Rudi.

Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan angka prevalensi serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat Kaltim dari ancaman narkotika.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *