Alumni AS-Kalimantan Bersatu untuk Membawa Perubahan di Kalimantan

Foto: Alumni AS Network. Sumber: (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

harianetam.id – Alumni program pertukaran dan beasiswa Amerika Serikat asal Kalimantan kini bersatu dalam satu gerakan kolaboratif untuk membawa perubahan nyata di tanah Borneo.

Melalui jaringan Alumni AS Network (AAN), para alumni berkomitmen memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kolaborasi lintas wilayah, serta memberi dampak sosial bagi komunitas lokal.

Pada 1 Desember 2025, AAN menggelar kegiatan Persiapan Onboarding Peserta AAN secara nasional.

Program ini menghubungkan alumni dari berbagai wilayah Indonesia-mulai Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan hingga Indonesia Timur-untuk membangun jejaring yang solid dan saling mendukung.

AAN juga menyediakan ruang pelatihan, kolaborasi, dan dukungan bagi berbagai proyek sosial dan inisiatif berbasis komunitas.

Selama Desember 2025, AAN akan mengadakan rangkaian sesi pelatihan yang mencakup enam modul utama, mulai dari Understanding Community Challenges, Design Thinking for Problem-Solving, hingga Project Planning & Team Building.

Setiap peserta akan berlatih menganalisis isu-isu komunitas, merancang solusi berbasis design thinking, dan mengasah kemampuan kepemimpinan empatik. Puncaknya, para peserta akan mempresentasikan rencana aksi dalam sesi Action Plan Presentation.

Sakaraska: Gerakan Alumni AS-Kalimantan

Dari Kalimantan, terbentuk sebuah tim bernama Sakaraska-singkatan dari Sampan Karsa Alumni AS-Kalimantan. Nama ini menggambarkan filosofi sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalimantan.

Kata sampan, melambangkan mobilitas dan konektivitas antar wilayah, sementara karsa berarti tekad dan inisiatif untuk bergerak membawa perubahan.

Sakaraska, muncul sebagai simbol gerakan alumni AS di Kalimantan yang menghubungkan berbagai provinsi, menjaga kesinambungan jejaring, dan membawa semangat kolaborasi.

Fokus utama tim ini adalah pengembangan kepemudaan dan kewirausahaan, dua isu yang dekat dengan semangat generasi muda Kalimantan.

Foto: Alumni AS Network. Sumber: (Istimewa)

Tim Sakaraska terdiri dari para alumni program bergengsi pemerintah Amerika Serikat, dengan latar belakang dan keahlian beragam.

Theo Nugraha, alumnus OneBeat 2022, memimpin tim sebagai project leader. Ario Maulana dari YSEALI Academic Fellowship Program 2025, bertindak sebagai project secretary, sedangkan Chairunnisa, penerima Fulbright Master’s Degree (2023-2025), berperan dalam tim kreatif dan dokumentasi.

Selain itu, Misbahul Aslam, alumnus Access Program 2025, mengoordinasikan bidang sumber daya manusia dan komunikasi.

Rahman Putra dari YSEALI Academic Fellowship 2017 serta Sukarti, penerima International Visitor Leadership Program (IVLP) 2024, memperkuat sektor keuangan dan administrasi.

Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan

Lewat gerakan Sakaraska, para alumni AS-Kalimantan berharap dapat menumbuhkan semangat kolaboratif yang berkelanjutan.

Mereka bertekad menciptakan ekosistem yang mendorong kreativitas, kepemimpinan, dan inovasi sosial di Kalimantan.

Gerakan ini menjadi bukti bahwa jejaring alumni bukan hanya sekadar komunitas berbagi pengalaman, tetapi juga wadah lahirnya gagasan dan aksi nyata untuk masa depan Kalimantan yang lebih maju dan berdaya saing.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *