Balai Bahasa Kaltim Gencarkan Revitalisasi Bahasa Daerah di 2025

Foto: Ilustrasi masyarakat multikultural. Sumber: (Pinterest/ajriyaf)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat langkah pelestarian bahasa daerah melalui program revitalisasi bagi lima bahasa lokal di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah mempertahankan warisan budaya agar tidak punah.

Kepala Balai Bahasa Kaltim, Asep Juanda, menjelaskan bahwa sebagian besar bahasa daerah di wilayah Kaltim dan Kaltara kini berada pada kondisi rawan karena penurunan jumlah penutur.

“Dari bahasa daerah yang teridentifikasi, banyak yang sudah berkurang fungsinya karena generasi muda tidak lagi menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari,” ujar Asep, dikutip dari Antara, Kamis (13/11/2025), di Samarinda.

Sepanjang 2025, program revitalisasi difokuskan pada Bahasa Melayu Kutai, Paser, dan Kenyah di Kaltim, serta Bahasa Tidung dan Bulungan di Kaltara.

Asep menegaskan bahwa lima bahasa ini dipilih karena memiliki tingkat penggunaan masyarakat yang masih memungkinkan untuk diperkuat melalui pendidikan dan komunitas.

Berdasarkan data Balai Bahasa Kaltim, terdapat 16 bahasa daerah resmi di Kaltim dan 11 bahasa di Kaltara, dengan total 27 bahasa dalam wilayah kerja lembaga tersebut.

Namun, beberapa bahasa seperti Punan Merah, Dusun, Segaai, Tunjung, Basap, dan Punan Long Lamcin masuk kategori kritis karena penuturnya hampir punah.

“Sebagian besar penutur aktif kini berasal dari kelompok usia lanjut dan tinggal di daerah seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, serta Paser. Kondisi ini mengindikasikan urgensi pelestarian yang harus segera dilakukan,” jelas Asep.

Pemetaan Summer Institute of Linguistics (SIL) menunjukkan, jumlah penutur beberapa bahasa di Kaltim dan Kaltara tidak mencapai seribu orang.

Meski begitu, bahasa seperti Melayu Kutai, Paser, Banjar, Bugis, Bahau, dan Kenyah masih tergolong memiliki vitalitas tinggi berkat penggunaannya dalam komunitas dan kegiatan budaya.

Untuk menjaga keberlanjutan bahasa daerah, Balai Bahasa Kaltim menggelar pelatihan guru, pengajaran di sekolah, dan pembinaan komunitas bahasa.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah sebagai identitas budaya dan warisan leluhur yang patut dijaga lintas generasi.

Sumber: (Antara)

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *