Dari Cleaning Service Jadi Gubernur Riau, Abdul Wahid Tersandung OTT KPK

Foto: Abdul Wahid dikenal sebagai figur sederhana dan sempat menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Sumber: (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, harianetam.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (3/11).

Penangkapan ini menjadi OTT keenam yang digelar KPK sepanjang 2025, menambah daftar pejabat daerah yang terjerat kasus korupsi.

“KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap salah seorang kepala daerah di Provinsi Riau dan beberapa pihak lain,” ujar juru bicara KPK, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (04/11/2025).

Abdul Wahid menjadi perhatian publik sejak kisah hidupnya viral karena berasal dari keluarga sederhana. Lahir di Dusun Anak Peria, Indragiri Hilir, pada 21 November 1980, ia tumbuh dalam keluarga petani.

Semasa kuliah di UIN Suska Riau, Fakultas Tarbiyah, Wahid pernah bekerja sebagai cleaning service dan kuli bangunan untuk membiayai pendidikannya.

Perjalanan politiknya dimulai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2019, lalu kembali menang di Pemilu 2024.

Citra “anak daerah yang berjuang dari bawah” membawanya ke kursi Gubernur Riau periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Namun, belum setahun menjabat, nama Abdul Wahid justru terseret dalam kasus dugaan korupsi. Penangkapan oleh KPK membuat publik Riau terkejut dan kecewa, mengingat figur Wahid sebelumnya dianggap simbol inspirasi rakyat kecil.

“Ini jadi tamparan bagi masyarakat Riau. Kami sempat menaruh harapan besar pada beliau,” kata salah satu warga Pekanbaru yang diwawancarai CNN Indonesia.

Bagi masyarakat Riau, perjalanan hidup Abdul Wahid kini menjadi potret ironi. Dari pekerja kebersihan hingga gubernur, kemudian berakhir di tangan KPK.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa integritas pejabat publik menjadi pondasi utama dalam menjalankan amanah jabatan.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *