Diplomat China di Osaka Ancam Penggal PM Jepang, Beijing Murka Soal Taiwan

Foto: Ilustrasi Konflik China-Jepang. Sumber: (pinterest/yougraphic)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Hubungan antara China dan Jepang kembali memanas setelah Konsulat Jenderal China di Osaka, Xue Jian, melontarkan ancaman terbuka kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melalui media sosial.

Ancaman itu muncul setelah Takaichi menyatakan Jepang siap mengerahkan pasukan militernya jika serangan terhadap Taiwan dianggap mengancam keamanan nasional.

Pernyataan Takaichi disampaikan dalam rapat parlemen pekan lalu. Ia menegaskan bahwa setiap serangan bersenjata ke Taiwan harus dipandang sebagai situasi darurat yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

“Jika keadaan darurat di Taiwan melibatkan kapal perang dan kekuatan militer, Jepang wajib mengambil langkah pertahanan kolektif,” ujar Takaichi, dikutip AFP.

Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi keras dari Beijing. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menuntut Tokyo menarik kembali ucapannya yang dinilai provokatif dan menyesatkan.

Namun, Takaichi tetap pada pendiriannya. Ia menyebut pandangannya sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional dan menolak permintaan China.

Tak lama kemudian, Xue Jian mengunggah komentar kontroversial melalui akun media sosialnya. Dalam unggahan yang kini telah dihapus itu, Xue menulis kalimat bernada ancaman yang menyiratkan kekerasan terhadap Takaichi.

Komentar tersebut langsung memicu kemarahan publik dan pemerintah Jepang. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyebut pernyataan Xue sangat tidak pantas dan mendesak Beijing mencegah insiden serupa agar tidak merusak hubungan diplomatik kedua negara.

Sejumlah anggota parlemen Jepang juga menuntut agar pemerintah mengusir Xue dan menetapkannya sebagai persona non grata.

“Nyatakan Xue persona non grata dan usir segera,” kata anggota majelis tinggi Hiroshi Yamada.

Menanggapi gelombang kritik itu, Xue meminta publik berhenti berspekulasi. Ia menuding Jepang sebagai pihak yang memicu ketegangan dengan terus mengabaikan peringatan keras Beijing.

“Politisi Jepang dengan santai mengatakan kontingensi Taiwan adalah kontingensi Jepang. Klaim itu jelas menjadi ancaman bagi China,” ujar Xue.

Ketegangan ini menambah daftar panjang gesekan diplomatik kedua negara terkait isu Taiwan, wilayah yang terus diklaim China sebagai bagian sah dari kedaulatannya. Jepang khawatir setiap eskalasi militer di sekitar Taiwan akan mengganggu jalur suplai maritimnya yang vital.

Sumber: (CNN Indonesia)

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *