Israel Keberatan, Turki Terancam Tak Ikut Pasukan Stabilisasi Gaza

Foto: Potret wilayah yang hancur di Jalur Gaza usai digempur Israel selama dua tahun. Sumber: (dok. REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
banner 120x600
banner 468x60

Tel Aviv, harianetam.id – Ketegangan diplomatik muncul antara Turki dan Israel setelah laporan bahwa Israel menolak peran Turki dalam pasukan stabilisasi internasional di Jalur Gaza.

Keberatan Tel Aviv tersebut berpotensi membuat Ankara menarik diri dari rencana misi perdamaian yang tengah digodok sejumlah negara.

Menurut sumber diplomatik yang dikutip media Turki pada Senin (27/10/2025), Israel menolak keikutsertaan pasukan Turki karena alasan keamanan dan hubungan politik yang masih menegang pascaperang Gaza.

Pemerintah Israel disebut hanya menyetujui negara-negara sekutu Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa anggota Uni Eropa untuk menjadi bagian dari pasukan pengaman.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa keikutsertaan negaranya bertujuan sepenuhnya untuk kemanusiaan dan rekonstruksi pascaperang, bukan operasi militer.

“Turki siap membantu stabilisasi Gaza dan memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan aman,” ujar juru bicara Kemlu Turki dalam keterangan resminya.

Namun, jika penolakan Israel tidak diubah, Ankara kemungkinan menarik diri dari perundingan pembentukan pasukan tersebut.

Pemerintah Turki juga dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah diplomatik untuk menekan Israel agar membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi negara-negara kawasan.

Rencana pembentukan pasukan stabilisasi Gaza disepakati secara prinsip oleh beberapa negara anggota G20 pascaperang pada awal Oktober.

Tujuannya adalah memulihkan keamanan dan menata ulang pemerintahan sipil di wilayah Palestina itu dengan mandat dari PBB.

Situasi ini kembali memperlihatkan rumitnya politik Timur Tengah, di mana kepentingan kemanusiaan kerap berbenturan dengan kalkulasi geopolitik negara-negara yang terlibat.

Sumber: (news.detik.com)

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *