Jepang Tingkatkan Diplomasi Redam Ketegangan dengan China Terkait Taiwan

Foto: Presiden China, Xi Jinping (Kanan), Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi (Kiri). Sumber: (NikkeiAsia/Kyodo)
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Jepang kini aktif melakukan upaya diplomasi guna meredakan ketegangan yang meningkat dengan China mengenai isu Taiwan.

Perdana Menteri Sanae Takaichi, secara tegas menyampaikan bahwa jika China menyerang Taiwan dan mengancam keamanan Jepang, respons militer bisa saja diluncurkan.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Beijing yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya.

Direktur Jenderal Biro Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang, Masaaki Kanai, dijadwalkan bertemu dengan pejabat China, Liu Jinsong, di Beijing pekan ini.

Kanai akan menjelaskan, bahwa pernyataan Takaichi tidak menandai perubahan kebijakan keamanan Jepang dan mendesak China agar menahan diri dari tindakan yang berpotensi merusak hubungan kedua negara.

“Berbagai saluran komunikasi tetap terbuka. Kami telah menyampaikan permintaan tegas agar pihak China mengambil langkah yang tepat,” ujar Sekretaris Kabinet Jepang dalam konferensi pers di Tokyo, Senin (17/11/2025) dikutip Reuters.

Taiwan menjadi titik strategis yang dekat dengan Jepang dan berada di jalur laut vital yang digunakan Jepang untuk mengimpor minyak serta gas.

Selain itu, Jepang menjadi basis utama kekuatan militer Amerika Serikat di luar Amerika, sehingga menjaga stabilitas regional sangat penting bagi Tokyo.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengimbau komunitas internasional untuk mengawasi ketegangan yang terjadi dan mendesak China agar bersikap sesuai peran sebagai kekuatan besar, bukan sebagai faktor pengganggu perdamaian kawasan.

“Saya menyerukan komunitas internasional untuk terus memberikan perhatian serius dan mendesak China agar menahan diri serta menunjukkan perilaku layak bagi kekuatan besar,” kata Lai kepada wartawan di New Taipei dikutip Reuters.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang, George Glass, menanggapi ketegangan ini melalui media sosial sambil menyinggung pernyataan pejabat China yang sebelumnya mengkritik Perdana Menteri Takaichi.

“Sudah saatnya melangkah maju untuk menjaga kestabilan kawasan,” seperti dikutip Reuters.

Upaya diplomasi ini penting untuk menjaga hubungan strategis yang saling menguntungkan antara Jepang dan China serta memastikan keamanan dan ekonomi Asia Timur tetap stabil.

Sumber: (Reuters)

 

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *