Kesbangpol Kaltim Tekankan Literasi Siber bagi Generasi Muda

Foto: Dialog penguatan kebangsaan dan moderasi beragama yang digelar Kesbangpol dan Diskominfo Kaltim di Hotel Grand Sawit Samarinda. Sumber: (Dokpim Kaltim)  
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, harianetam.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menegaskan pentingnya literasi digital dan keamanan siber bagi generasi muda melalui sebuah dialog kebangsaan yang digelar di Hotel Grand Sawit Samarinda.

Kegiatan ini menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim untuk memperkuat ketahanan informasi daerah sekaligus menangkal maraknya hoaks di ruang digital.

Peran Pemuda di Ruang Digital

Staf Bidang Informasi Publikasi Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra, memaparkan bahwa generasi muda menjadi kelompok paling aktif di dunia maya, namun juga paling rentan terhadap serangan siber dan penyalahgunaan data pribadi.

Ia menekankan, keamanan siber kini menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa lagi diabaikan oleh pengguna internet, khususnya pelajar dan mahasiswa.

Dalam dialog tersebut, Dafa mengingatkan peserta agar lebih waspada terhadap tautan mencurigakan dan tidak gegabah mengklik pesan yang tidak jelas asal-usulnya.

Ia mencontohkan, satu klik pada tautan berbahaya berpotensi membuka akses pihak tak bertanggung jawab terhadap data pribadi hingga aset digital pengguna.

Tips Praktis Keamanan Siber

Untuk memperkuat perlindungan di ranah digital, Dafa membekali peserta dengan sejumlah langkah praktis yang mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Peserta diajak mengaktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA) di seluruh akun media sosial sebagai lapisan keamanan tambahan di luar kata sandi.

Selain itu, ia merekomendasikan agar pengguna rutin mengganti kata sandi dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol yang kuat serta tidak menggunakan pola yang sama di banyak akun.

Dafa juga mengingatkan bahaya phishing, yakni upaya penipuan melalui pesan singkat maupun email yang tampak resmi namun sebenarnya dirancang untuk mencuri data.

Tangkal Hoaks dengan Cerdas

Di luar aspek teknis keamanan, dialog juga menyoroti ancaman hoaks yang dapat memicu keresahan dan mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Kesbangpol Kaltim menilai, kecerdasan masyarakat dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi menjadi kunci untuk menjaga kondusivitas wilayah di tengah derasnya arus kabar di media sosial.

Dafa mengajak peserta menjadi agen kebenaran di lingkungan masing-masing dengan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

Ia menguraikan langkah sederhana, mulai dari memastikan sumber berita berasal dari media resmi, memanfaatkan kanal verifikasi seperti aduankonten.id dan layanan cek fakta independen, hingga bersikap kritis terhadap judul yang provokatif dan memicu emosi berlebihan.

Dorong Pemuda Bijak Bermedia Sosial

Melalui kolaborasi Kesbangpol dan Diskominfo Kaltim ini, panitia berharap generasi muda tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital.

Literasi yang kuat diharapkan dapat menekan potensi konflik sosial yang muncul akibat misinformasi dan ujaran kebencian di dunia maya.

Kegiatan dialog ini sekaligus menjadi sarana pembinaan kebangsaan agar pemuda Kaltim tetap memegang nilai toleransi dan moderasi beragama ketika bersuara di media sosial.

Dengan bekal literasi digital dan keamanan siber, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga ruang informasi yang sehat dan konstruktif.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *