Samarinda, harianetam.id – Kepolisian internasional berhasil membongkar jaringan kejahatan siber kelas dunia yang dikendalikan oleh pelaku berusia muda.
Sebanyak empat orang, masing-masing berusia sekitar 20 tahun, ditangkap karena diduga menjadi otak di balik forum gelap terkenal BreachForums, pasar data curian terbesar di dunia.
BreachForums disebut-sebut menjadi pusat transaksi alat peretasan dan data hasil pembobolan sistem digital yang menyebabkan kerugian jutaan dolar.
Menurut laporan Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) FBI, forum tersebut ditutup pada Mei 2024 setelah pengelola utamanya dengan pseudonim “ShinyHunters” teridentifikasi aktif sejak Juni tahun sebelumnya.
Penangkapan para pelaku dilakukan oleh Brigade Kejahatan Dunia Maya (BL2C) Kepolisian Paris di wilayah Hauts-de-Seine, Seine-Maritime di pantai utara Prancis, dan Pulau Reunion di Samudra Hindia.
Empat identitas alias yang berhasil diamankan adalah “Hollow,” “Noct,” “Depressed,” serta “ShinyHunters.”
Nama terakhir diketahui pernah dikaitkan dengan serangan siber terhadap perusahaan besar seperti Snowflake, Ticketmaster, dan AT&T.
Analis keamanan siber menyebut kelompok ShinyHunters sebagai jaringan mafia digital yang tersusun rapi.
Salah satu anggotanya, Sebastien Raoult, warga negara Prancis, sebelumnya telah ditangkap di Amerika Serikat karena keterlibatan dalam kasus serupa.
Keempat tersangka kali ini juga diduga menyerang perusahaan ritel Boulanger, lembaga pemerintah France Travail, dan federasi sepak bola Prancis.
Sebelum penangkapan jaringan ini, aparat juga sempat menahan Conor Brian Fitzpatrick alias Pompompurin, mantan admin BreachForums asal Amerika Serikat.
Fitzpatrick ditangkap pada Maret 2023 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, dengan pembebasan bersyarat pada Januari 2024. Ia dikenal sebagai salah satu operator utama di masa awal beroperasinya forum gelap tersebut.
Penangkapan para pelaku muda ini menunjukkan betapa masifnya kejahatan siber lintas negara sekaligus menjadi peringatan bagi dunia digital akan ancaman yang kian kompleks dari kelompok hacker berjaringan global.
Sumber: (CNBC Indonesia)












