Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem

Foto: Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri memimpin rakor mitigasi risiko bencana alam bersama jajaran Forkopimda di Ruang Kerja Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (30/12/2025). Sumber: (Prokom Kukar)
banner 120x600
banner 468x60

Kutai Kartanegara, harianetam.id – Mengantisipasi potensi bencana akibat curah hujan tinggi, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri memimpin rapat koordinasi (rakor) mitigasi risiko bencana alam di Ruang Kerja Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (30/12/2025).

Rakor yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Dandim 0906 Kukar Letkol Arm Benny Budiman, Kasi Ops Polres Kukar Roganda, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamat Kukar Fida Hurasani, serta para camat, kepala desa, dan pimpinan puskesmas.

Sebagian peserta rapat mengikuti secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi potensi banjir dan tanah longsor yang meningkat seiring curah hujan tinggi dan kondisi geografis wilayah.

Pemerintah daerah, kata dia, memperkuat koordinasi dan langkah mitigasi agar setiap unsur siap menghadapi potensi bencana sejak dini.

Sekda Kukar Sunggono menekankan pentingnya koordinasi cepat antara camat, kepala desa, lurah, serta jajaran TNI dan Polri di wilayah masing-masing.

Ia mengingatkan, bahwa curah hujan tinggi dan kondisi daerah aliran sungai (DAS) meningkatkan potensi ancaman banjir dan longsor, sehingga kewaspadaan bersama menjadi hal utama.

Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa mitigasi bencana menjadi fokus utama Pemkab Kukar. Ia mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.

“Kita harus belajar dari pengalaman banjir di sejumlah kecamatan seperti Tabang, Muara Muntai, Kota Bangun, Samboja, Marang Kayu, dan Loa Kulu. Mitigasi harus dilakukan lebih baik,” ujarnya.

Aulia juga menginstruksikan pembentukan portal pelaporan bencana harian agar pemerintah daerah dapat menerima informasi langsung dari lapangan secara cepat dan akurat.

“Respon cepat sangat dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai informasi bencana lebih dulu diketahui pihak luar dibanding pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain itu, Aulia meminta setiap camat berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek untuk membentuk tim siaga bencana di masing-masing wilayah.

Ia berharap, Dandim 0906 Kukar dan Polres Kukar memberi arahan agar prosedur standar operasional (SOP) penanganan bencana di semua instansi dapat berjalan seragam dan efektif.

Di tingkat desa, Bupati meminta perangkat desa, babinsa, dan bhabinkamtibmas meningkatkan koordinasi agar deteksi dini bencana berjalan optimal.

Puskesmas juga didorong mengaktifkan kembali tim tanggap darurat yang siap bertugas bila terjadi keadaan darurat.

Aulia turut mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada terhadap tanda-tanda alam.

Ia meminta warga segera melapor ke BPBD, pemerintah kecamatan, atau ketua RT bila menemukan potensi bencana, sehingga penanganan bisa dilakukan tanpa menunggu terlambat.

banner 325x300
Keep In Touch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *