Kutai Kartanegara, harianetam.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menutup Pelatihan Basic Operator Batch 2 yang menjadi bagian dari Program Kukar Siap Kerja.
Acara penutupan berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (04/11/2025), dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Taufik Hidayat yang mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia melalui Akhmad Taufik memberikan apresiasi kepada Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar serta PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) atas dukungan dan kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Aulia menegaskan, Program Kukar Siap Kerja menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di sektor industri, khususnya pertambangan dan energi.
“Pelatihan ini melatih keterampilan dan etos kerja agar peserta mampu terserap langsung ke dunia industri,” ujarnya.
Bupati juga berterima kasih kepada PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada PT BUMA atas dukungan dana sebesar Rp5,7 miliar yang digunakan untuk fasilitas pelatihan dan kesejahteraan peserta.
Kepada para peserta, Aulia berpesan agar ilmu yang diperoleh dimanfaatkan secara maksimal di dunia kerja.
“Gunakan pengalaman dan keterampilan yang didapat dengan disiplin dan tanggung jawab,” pesannya.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Distransnaker Kukar, Lukman, menjelaskan pelatihan ini diikuti 30 peserta dari berbagai kecamatan.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT BUMA dan PT BIRU yang diperkuat melalui perjanjian kerja sama sejak 2023 dan diperbarui lewat adendum pada 21 Oktober 2024.
“Pelatihan ini kami rancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja agar siap bersaing dan bekerja profesional di sektor pertambangan,” kata Lukman.
Pemerintah Kukar berharap, melalui Program Kukar Siap Kerja, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikasi kompetensi, tetapi juga mampu menjadi tenaga kerja unggul yang memperkuat daya saing industri di Kutai Kartanegara.










