Samarinda, harianetam.id – Pemerintah Kota Samarinda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) optimistis ketersediaan pasokan bahan pokok tetap aman dan terkendali menjelang akhir tahun.
Optimisme ini ditegaskan usai TPID Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual pada Senin (15/12/2025).
Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Gedung PKK Jalan S. Parman itu diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, memimpin langsung kegiatan bersama pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan strategis seperti cabai rawit dan cabai merah yang kerap terdampak perubahan cuaca.
Ia juga meminta daerah mengantisipasi potensi gejolak harga melalui penguatan distribusi, penyediaan cold storage, peningkatan pengawasan di lapangan, serta optimalisasi peran Bulog.
“Jangan sampai stok tersedia tetapi harga tetap tinggi. Semua harus terkendali demi melindungi daya beli masyarakat,” ujar Tomsi.
Berdasarkan data nasional, Kota Samarinda pada minggu kedua Desember 2025 tercatat stabil tanpa kenaikan harga pada komoditas bawang merah, cabai rawit, maupun cabai merah.
Deputi Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menambahkan, inflasi nasional hingga November 2025 mencapai 2,27 persen (year to date).
Angka ini terdiri atas inflasi inti 2,18 persen, inflasi harga yang diatur pemerintah 1,55 persen, dan inflasi harga bergejolak sebesar 3,37 persen.
Selain isu inflasi, rakor juga membahas evaluasi Program Tiga Juta Rumah, termasuk kebijakan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna, menegaskan bahwa Pemkot Samarinda terus melakukan langkah antisipatif guna menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar.
“Pemantauan stok, penguatan koordinasi distribusi, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan akibat cuaca terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga daya beli masyarakat,” jelas Nadya.
Pemerintah Kota Samarinda juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi vertikal, distributor, hingga pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok di daerah.
TPID menegaskan komitmennya untuk terus menekan potensi kenaikan harga dan menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi daerah dengan kebijakan nasional.
















