SAMARINDA, HarianEtam.id — Pemerintah Kota Samarinda menemukan dugaan ketidaksesuaian timbangan dalam distribusi LPG subsidi 3 kilogram saat melakukan pemantauan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Temuan itu kini menjadi perhatian serius karena menyangkut hak masyarakat sebagai penerima subsidi pemerintah.
Pemantauan dilakukan Pemkot Samarinda bersama instansi terkait di sejumlah titik distribusi, termasuk di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Selain memastikan stok aman menjelang Iduladha, pemerintah juga memeriksa akurasi timbangan dan proses pengisian tabung LPG subsidi.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan dugaan persoalan muncul pada alat ukur atau timbangan yang digunakan dalam proses distribusi.
“Permasalahan yang kita temukan ada pada alat ukur atau timbangan yang diduga mengalami error. Peralatan harus segera dikalibrasi agar masyarakat mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Menurut Saefuddin, pengawasan distribusi LPG subsidi tidak boleh hanya fokus pada ketersediaan stok, tetapi juga harus memastikan isi tabung sesuai standar yang ditetapkan. Sebab, jika terjadi ketidaksesuaian berat isi tabung, masyarakat berpotensi mengalami kerugian.
Ia menilai lemahnya pengawasan internal dapat menjadi salah satu penyebab munculnya dugaan kesalahan tersebut. Karena itu, Pemkot meminta pihak operator SPBE dan produsen meningkatkan kontrol dalam proses pengisian LPG subsidi.
“Kita ingin masyarakat menerima haknya secara utuh. Jangan sampai ada keraguan terkait isi tabung LPG subsidi yang beredar,” katanya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut VII Gas Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, M Angga Dexora, memastikan pihaknya masih melakukan pengecekan lanjutan terkait temuan tersebut.
Menurutnya, dugaan ketidaksesuaian sementara ini lebih mengarah pada alat timbang yang digunakan saat pemeriksaan, bukan pada isi tabung LPG itu sendiri.
“Kami masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keakuratan timbangan. Seluruh tabung yang didistribusikan telah melalui proses pengecekan ketat,” jelasnya.
Pertamina juga memastikan setiap tabung LPG yang akan diedarkan rutin menjalani uji kelayakan. Tabung yang mengalami kerusakan fisik atau kebocoran langsung disortir agar tidak sampai ke masyarakat.
Selain pengawasan distribusi, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan LPG subsidi menjelang Iduladha untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan warga. Namun, jumlah tambahan distribusi masih menyesuaikan hasil evaluasi kebutuhan di lapangan.
“Harga LPG 3 kilogram tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah. Kami meminta agen dan pangkalan menjual sesuai ketentuan,” pungkas Angga.
















