SAMARINDA, HarianEtam.id — Stadion Segiri Samarinda mulai dipersiapkan untuk memenuhi standar Asian Football Confederation (AFC) menyusul kepastian Borneo FC Samarinda tampil di kompetisi level Asia musim depan. Pemerintah Kota Samarinda bersama DPRD Samarinda kini mendorong percepatan pembenahan sejumlah fasilitas stadion agar layak digunakan di ajang internasional.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi pencahayaan stadion, kualitas rumput lapangan, ruang ganti pemain, hingga fasilitas penunjang seperti toilet dan area pendukung lainnya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan Pemkot Samarinda akan berupaya melakukan renovasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kami akan berusaha memperbaiki sesuai kemampuan yang dimiliki. Kami juga berharap Pemerintah Provinsi bisa ikut membantu, karena Borneo FC bukan hanya kebanggaan Samarinda, tetapi juga kebanggaan Kalimantan Timur,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Menurut Andi Harun, kondisi fiskal daerah saat ini memang masih menghadapi tantangan akibat efisiensi anggaran. Meski begitu, Pemkot tetap berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas Stadion Segiri demi mendukung kiprah Borneo FC di level Asia.
Ia menyebut standar penerangan stadion menjadi salah satu fokus utama karena masih belum memenuhi ketentuan AFC. Selain itu, kondisi rumput lapangan dan fasilitas pemain juga memerlukan rehabilitasi.
“Masih ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki seperti lampu stadion, rumput lapangan, toilet, hingga ruang ganti pemain. Itu memang membutuhkan renovasi,” katanya.
Andi Harun menilai dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mempercepat proses pembenahan stadion.
“Kalau provinsi ikut membantu tentu prosesnya bisa lebih cepat. Tetapi berapa pun kemampuan yang ada, tetap akan kami upayakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menegaskan peningkatan fasilitas Stadion Segiri menjadi kebutuhan mendesak agar Borneo FC bisa tampil maksimal sebagai wakil Indonesia di kompetisi Asia.
Ia menyoroti standar pencahayaan stadion yang saat ini masih berada di bawah ketentuan AFC. Berdasarkan data yang diterima DPRD, pencahayaan Stadion Segiri baru berada di kisaran 800 lux, sementara standar AFC mencapai 1.200 hingga 1.600 lux.
“Standar lapangan internasional tentu membutuhkan pencahayaan yang memadai. Selain lampu, fasilitas lain seperti ruang ganti juga harus dibenahi,” ujarnya.
DPRD Samarinda juga mendorong kolaborasi antara Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, hingga dukungan dari PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga agar renovasi stadion dapat berjalan lebih cepat.
“Ini bukan hanya soal Kalimantan Timur, tetapi sudah membawa nama Indonesia di level Asia. Stadionnya harus layak dan memenuhi standar internasional,” kata Deni.
Ia berharap Borneo FC Samarinda tetap bisa menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang saat tampil di kompetisi Asia musim depan dan tidak perlu berpindah ke kota lain.
“Kami ingin Borneo FC tetap bermain di kandang sendiri, bukan menumpang di daerah lain,” tegasnya.
















