SAMARINDA, HarianEtam.id — Peta politik Kalimantan Timur kembali bergerak menjelang kontestasi politik 2029. Mantan Bupati Kutai Barat dua periode, Fransiskus Xaverius Yapan atau yang dikenal sebagai FX Yapan, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kutai Barat.
Kehadiran tokoh senior politik Kutai Barat tersebut dinilai menjadi tambahan kekuatan baru bagi PSI Kalimantan Timur dalam memperluas konsolidasi dan penguatan struktur partai di daerah.
FX Yapan dikenal sebagai figur berpengaruh di Kutai Barat. Selain pernah menjabat sebagai Bupati Kutai Barat selama dua periode, ia juga tercatat pernah memimpin DPRD Kutai Barat selama tiga periode.
Selama memimpin Kutai Barat, FX Yapan dikenal aktif mendorong pembangunan daerah dan menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan kawasan perbatasan.
Bergabungnya FX Yapan disambut jajaran pengurus PSI sebagai langkah strategis yang mempertemukan pengalaman politik dengan semangat pembaruan yang diusung partai berlambang mawar tersebut.
“Politik harus menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat. Saya ingin tetap berkontribusi dan bersama-sama membangun Kutai Barat yang lebih maju,” ujar FX Yapan.
Masuknya FX Yapan juga dinilai memperkuat mesin politik PSI Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Andi Adi Wijaya.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memberikan mandat kepada Andi Adi Wijaya untuk memimpin DPW PSI Kalimantan Timur.
Selain aktif di dunia politik, Andi Adi Wijaya juga dikenal sebagai tokoh muda di kalangan pengusaha. Pada 2024 lalu, ia terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2024–2027.
Menghadapi Pemilu 2029, PSI Kaltim disebut mulai mempersiapkan langkah politik dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Timur.
“Bergabungnya FX Yapan menjadi bukti bahwa PSI Kaltim siap bersaing dan membangun kekuatan politik baru di daerah,” ujar Andi.
Masuknya tokoh senior seperti FX Yapan dinilai tidak hanya memperkuat posisi PSI di Kutai Barat, tetapi juga membuka peluang lahirnya dinamika politik baru di Kalimantan Timur menuju Pemilu 2029.











